Waw, hari yang cukup melelahkan bagi saya. Hari ini, disaat kebimbangan tentang terpilihnya saya sebagai Yudhistira--Komandan Basis--semangat saya dipompa oleh dua hal. Yang pertama adalah hadirnya saya di acara jalan-jalan ke Kota Tua yang digagas Silaturahmi Keluarga Mahasiswa Lampung (SIKAM Lampung), dan up grading anggota Kaderisasi dan Kadeptnya di Ragunan.
Ada beberapa hal yang saya dapatkan di dua acara berbeda, di tempat berbeda, dan pembahasan yang berbeda pula.
Bersama dengan anggota Sikam Lampung yang lain, kami berangkat ke Kota Tua jam sembilan Pagi dan sampai di tempat tujuan sekitar`setengah sebelas. Sesampainya di Kota Tua kondisinya begitu rame. Sehingga sulit bagi kami menemukan tempat yang kondusif dan strategis untuk ngobrol. Beberapa menit mencari kami mendapatkan juga tempat yang lumayan adem. Setelah itu, acara dimulai dengan pembahasan proker Sikam Lampung yang salah satunya adalah kunjungan ke perkumpulan mahasiswa Lampung di Universitas Indonesia. Ya, saat pembahasan berlangsung pikiran saya tidak terlalu fokus dengan hal tersebut. Justru saya asyik melihat keadaan sekeliling yang menarik perhatian saya. Anak-anak kecil yang polos dan belum banyak dosa harus mencari nafkah dengan mengamen atau sekedar`menjual minuman yang saya tidak sempat bertanya berapa keuntungan yang mereka dapat tiap harinya.
Saya jadi ingat terhadap diri saya sendiri yang terkadang masih belum bersyukur dengan apa yang saya punya. Saya masih sering menuntut banyak hal sehingga seakan saya adalah orang yang paling miskin di dunia. Ya, saya sedikit tersentil dengan hal itu.
Kemudian ketika jam di handphone saya menunjukkan angka dua belas kurang saya pun pamit kepada teman-teman Sikam Lampung untuk acara up grading Kederisasi BEM ED UNJ di Ragunan. Berhubung hari minggu ternyata orang-orang yang ingin berlibur ke daerah wisata Ragunan rame sekali. Sampai-sampai saya harus menunggu hampir setengah jam di shelter Dukuh Atas. Akhirnya, saya telat datang di Ragunannya. Janji acara jam setengah satu saya datang jam dua lewat lima belas menit. Keterlambatan yang membuat acaranya pun menjadi molor. Untung, di Dukuh Atas saya bertemu dengan Yusuf--sang Kadept Kaderisasi--sehingga saya datang telatnya nggak sendirian.
Tiba ke inti acara. Awalnya, saya sendiri tidak mengerti dengan tujuan dari up grading itu. Saya bertanya apa yang akan dibahas. Dan ternyata yang mulanya saya pikir acaranya simple saya mendapati banyak hal yang saya syukuri. Di acara tersebut muncul banyak ide untuk perbaikan BEM ED UNJ 2011. Mulai dari evaluasi proker yanh tidak sesuai dengan visi misi universitas dan jurusan sampai pada keputusan untuk sedikit memberanikan diri akan melakukan perubahan yang nantinya tidak sejalan dengan apa yang sudah kami jalankan.
SUbhanallah, akhirnya saya bersyukur kembali bahwa saya ada bersama orang-orang yang tangguh. Semua itu membuat kebimbangan dan ketakutan akan amanah yang baru kemarin saya pikul terlihat begitu ringan. Bismillah, saya yakin saya bisa.
dan saya gagal solat ashar, hufft
BalasHapusho ho ho ho...
BalasHapus