Follow Us:

RSS

Wellcome to Our Website

We are working on our website design. We are sure this new website will completely blow your mind! Subscribe by entering your e-mail below to stay updated on our progress.

Launching
comeback
launchpad

Rabu, 22 September 2010

Tak apa, Khar. Ini memang fase untukmu...

Benarkah tak apa?

Oke. Biar Teman2 bntu aku cari jawabannya.

SMA, yg kata bnyak orang adalah masa paling indah memang benar adanya. Setidaknya, itu yg kurasakan.

Tersebab karena hal ini:

Aku bisa dikatakan salah satu Secret Admirer bagi cewek yg Tak Boleh Disebut Namanya ini. Bagian dari berderet barisan yg kagum pada sosok cantiknya. Tpi, aku hanya sbgai Pengagum. Tak perlu melontar jala yg bisa membuatnya terperangkap [pede kali aku. Emang dia mau].

Kalau boleh menggunakan gambaran Hiperbola yg berlebihan (Nah, udah hiperbola. Over pula) akan seperti ini jadinya.

Dia cantik. Bagai Bidadari tak tahu turun darimana.

Dia anggun. Bak burung merpati. (Kayaknya seperti itu. Tak pernah tau sifat gerak gerik merpati)

Dia SELALU mengikutiku. Di pojok perpus ia ada, di kantin ia hadir, di ruang kelas, lebihlebih, ia muncul, di kantor guru ia malah menggantung menutupi jadwal pelajaran.

Di lapangan basket, ia mendribble hatiku maju mundur dan seperti langsung ia masukkan ke keranjang hatinya (inget! over hiperbola. Jangan ada yg protes). Pokoknya kemana2 dia mengikutiku. Bahkan, parahnya seperti ini; ia bisa menjelma siapa saja.

Kadang wali kelas perempuanku, teman sekelasku, ibu kantin, dan mbak penjaga perpus. Ah, Cut Nyak Din pun serasa dia.

Ternyata eh ternyata bkn dia yg mengikuti dan bisa menjelma jdi siapa saja. Kekagumanku padanyalah yg membuat ia ADA DIMANA2. Every place in my school in the past.

Tpi, lumrahkah? Inikah fase yg tak apa2 untuk masa2 SMA. Not. This is not the right time.

Fase seperti itu harus bisa kita kendalikan. Coba kalo tidak. Bakal jdi apa dia olehku karena sugesti tentangnya ada dimana2..

Cinta memang hakikat. Ia tak bisa ditebak karepè (Maunya) dan kapan datangnya. Dan kalau ia dtng, kita hrz berusaha tetap berada di koridor islami.


< Ngarep: "Aku mau jadi ustadzah di rumahmu, Akh." kata Dia yang Namanya Tak Boleh Disebut. >

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Setiap waktu dalam kehidupan ini patut untuk dikisahkan ulang

About LeetPress

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Popular Posts

Pengikut

Archives